Saat Intel Saudi Kaget Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi






Saat Intel Saudi Kaget Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Opini Bangsa – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah membagikan rekaman audio pembunuhan Jamal Khashoggi ke sejumlah negara, seperti AS, Prancis, Kanada dan Saudi. Hal ini menunjukkan keseriusan Turki untuk menuntaskan kasus tersebut.

Presiden Erdogan mengatakan, rekaman pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi membuat seorang intelijen Saudi terkejut. Menurut Erdogan, rekaman yang telah diperdengarkan kepada sekutu Barat itu sangat mengerikan.

“Rekaman itu benar-benar mengerikan. Memang ketika petugas intelijen Saudi mendengarkan rekaman itu, dia sangat terkejut. Dia berkata: ‘Yang ini pasti telah mengonsumsi heroin, hanya seseorang yang mengonsumsi heroin yang akan melakukan ini’,” ujar Erdogan seperti dikutip Aljazirah.

Erdogan, saat kembali dari kunjungannya ke Prancis pada Selasa (13/11), mengatakan ia telah membahas pembunuhan Khashoggi dengan para pemimpin AS, Prancis, dan Jerman di Paris.

“Kami memperdengarkan rekaman pembunuhan itu kepada semua orang yang menginginkannya. Organisasi intelijen kami tidak menyembunyikan apa pun. Kami memperdengarkan untuk semua yang menginginkannya termasuk Saudi, AS, Prancis, Kanada, Jerman, Inggris,” kata dia.

Sebenarnya, bocoran rekaman pembunuhan Khashoggi telah beredar sejak jauh-jauh hari. Sumber Turki mengatakan kepada Middle East Eye, hanya membutuhkan waktu tujuh menit untuk membunuh Khashoggi.

Menurut sumber itu, Khashoggi diseret dari kantor konsulat jenderal di Istanbul. Ia kemudian direbahkan di atas sebuah meja di sebuah ruang belajar. Suara menakutkan terdengar dari saksi yang berada di lantai bawah.

“Konsul dibawa keluar ruangan. Tidak ada upaya untuk menginterogasi dia (Khashoggi), mereka datang untuk membunuhnya,” ujar sumber itu kepada MME.

Baca juga, Asosiasi Media Turki-Arab Yakin Khashoggi Dibunuh.

Teriakan itu berhenti ketika Khashoggi disuntik oleh zat yang belum diketahui kandungannya. Jurnalis Washington Post itu kemudian dimutilasi oleh para pelaku di atas meja.

Sumber itu menyebut, nama Salah Muhammad al-Tubaigy sebagai otak mutilasi. Ia merupakan kepala forensik barang bukti di departemen keamanan Saudi.

Al-Tubaigy diketahui juga merupakan salah satu dari 15 personel Saudi yang datang ke Ankara menggunakan jet pribadi saat Khashoggi hilang. “Pembunuhan ini butuh waktu tujuh menit,” ujar sumber itu yang menyebut Khashoggi masih hidup saat aksi mutilasi itu dilakukan.

Saat melakukan aksi kejinya, Tubaigy disebut sengaja mengenak earphone. Ia juga memberi saran kepada anggotanya yang lain untuk melakukan hal sama.

“Saat saya melakukan tugas ini, saya mendengarkan musik, Anda juga harus melakukannnya,” kata Tubaigy yang terdengar dalam rekaman itu kepada MEE.

Kemarahan global

Khashoggi, seorang kritikus Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, terbunuh pada 2 Oktober di konsulat Saudi di Istanbul. Ia tewas dalam sebuah serangan yang menurut Erdogan telah diperintahkan oleh pejabat tingkat tertinggi di pemerintahan Saudi.

Pembunuhan Khashoggi telah menyebabkan kemarahan global. Namun hanya ada sedikit tindakan konkret yang telah diambil oleh kekuatan dunia terhadap Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, yang telah memihak AS dalam kebijakannya untuk menahan pengaruh Iran di Timur Tengah.

Erdogan mengatakan sudah jelas pembunuhan itu direncanakan. Menurutnya perintah itu datang dari tingkat atas otoritas Saudi, meski ia merasa Raja Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud yang sangat ia hormati, tidak mungkin melakukannya.

“Putra mahkota mengatakan ‘Saya akan mengklarifikasi masalah ini, saya akan melakukan apa yang perlu dilakukan’. Kami menunggu dengan sabar,” kata Erdogan.

Ia menambahkan, pelaku pembunuhan itu termasuk di antara 18 tersangka yang telah ditangkap di Arab Saudi. “Harus diungkapkan siapa yang memberi mereka perintah untuk membunuh,” tutur dia.

Arab Saudi telah mengubah narasinya tentang pembunuhan Khashoggi beberapa kali di tengah kecaman internasional. Setelah lebih dari dua minggu menyangkal, Riyadh akhirnya mengakui Khashoggi terbunuh dalam sebuah aksi pembunuhan terencana, tetapi pembunuhan itu adalah sebuah operasi jahat yang tidak direncanakan.

Menghubungi bos

Seorang anggota tim pembunuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi diketahui melakukan komunikasi via telepon kepada orang terdekat Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Komunikasi dilakukan tak lama setelah Khashoggi dibunuh.

Tim pembunuh itu meminta orang terdekat MBS agar menyampaikan ke ‘Sang Bos’ bahwa tim telah selesai melakukan misi mereka. “Katakan ke Bos Anda,” ujar pembunuh tersebut.

Seperti dilansir New York Times, Selasa ,(13/11), laporan itu diperoleh dari tiga narasumber yang mengetahui rekaman pembunuhan Khashoggi yang dimiliki oleh intelijen Turki.

Rekaman, dibagikan bulan lalu kepada Direktur CIA Gina Haspel. Ini dipandang oleh para pejabat intelijen sebagai bukti terkuat yang mengaitkan MBS dengan pembunuhan Khashoggi.

Walaupun nama MBS tidak disebutkan secara langsung dalam rekaman itu, namun para pejabat intelijen AS percaya bahwa kalimat “bos Anda” adalah referensi untuk MBS

Panggilan telepon dilakukan oleh Maher Abdulaziz Mutreb. Ia adalah salah satu dari 15 orang Saudi yang dikirim ke Istanbul untuk membunuh Khashoggi. Mutreb berbicara dalam bahasa Arab saat melakukan komunikasi itu.

Baca juga, Rekaman Suara Ungkap Kalimat Terakhir Khashoggi.

Petugas intelijen Turki telah mengatakan kepada pejabat AS bahwa mereka percaya Mutreb, anggotan keamanan yang sering bepergian dengan MBS sedang berbicara dengan salah satu pembantu pangeran.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin, para pejabat Saudi membantah bahwa MBS mengetahui rencana pembunuhan Khashoggi. Ini mengacu pada instruksi Mutreb dalam rekaman itu.
[opini-bangsa.com / replubika]


http://bitly.com/2DDdXQP

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: